Langsung ke konten utama

Gejala Tumor Payudara, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya


Kanker Payudara

DokterGaul.Net - Gejala Tumor Payudara, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya. Kanker adalah penyakit yang disebabkan karena pembelahan sel yang tidak wajar dalam bagian tubuh tertentu. Kanker biasanya disebabkan karena tumor (benjolan) yang memiliki sikap yang tidak wajar. Kanker payudara adalah kanker yang muncul pada jaringan payudara. 

Ada dua jenis kanker payudara yang dikenal. 

Yang pertama adalah ductal carcinoma atau karsinoma tuba, kanker jenis ini terjadi pada saluran tempat berlalunya air susu dari payudara ke puting susu dan kebanyakan penderita kanker payudara menderita kanker jenis ini. 
Yang kedua adalah lobular carcinoma atau karsinoma lobula. Lobula adalah bagian lain dari payudara yang menghasilkan air susu. Di luar itu, ada kemungkinan tumor berkembang di luar tuba air susu dan lobula, meski sangat kecil.

Kanker Payudara | Sumber gambar : shutterstock

Tumor payudara bisa memiliki sifat invasif atau noninvasif (in situ). Sebagaimana kanker lainnya, kanker payudara bisa melakukan metastasis atau penyerangan ke jaringan lain. Artinya, setelah menguasai lobula atau tuba susu, kanker bisa menjalar ka jaringan lain, mengubah sel-sel pada jaringan tersebut menjadi kanker juga. Sementara itu, tumor payudara bisa jadi merupakan karsinoma in situ, atau karsinoma yang belum menjalar ke jaringan lain. Perlu anda ketahui kanker in situ masih memiliki kemampuan untuk melakukan metastasis ke jaringan lain, menjadikannya invasif.

Penyebab
Sebagaimana kanker prostat pada pria, kebanyakan kasus kanker payudara pada wanita dipengaruhi oleh hormon estrogen. Artinya estrogen menyebabkan tumor payudara berkembang. Kanker tersebut memiliki reseptor estrogen di permukaan selnya. Biasanya kanker dideteksi dengan adanya reseptor ini.

Sebagian kecil wanita memiliki imprint DNA dengan gen HER2. Gen ini adalah gen yang membantu sel untuk berkembang, membelah diri, dan memperbaiki kerusakannya sendiri. Ketika sebuah sel (termasuk sel kanker) memiliki terlalu banyak HER2, mereka akan berkembang lebih cepat. Oleh karena itu ada wanita yang resiko terkena kanker payudaranya lebih tinggi daripada wanita lainnya. Wanita dengan HER2 dalam jumlah banyak, bisa saja mengalami remisi, tetapi kesempatan keterjadian kanker masih tetap tinggi.



5-10% kanker payudara merupakan hasil dari mutasi BRCA1 dan BRCA2 yang merupakan gen kanker payudara. Artinya ada yang mengalami kanker payudara yang diturunkan dari ibunya. Orang dengan mutasi kedua gen tadi akan memiliki resiko kanker payudara dan kanker ovarium yang lebih besar.

Gejala
Fase awal dari kanker yang merupakan kanker pembunuh peringkat kedua dunia ini jarang sekali menunjukkan gejala. Hal ini menyebabkan pemeriksaan kanker dini sangat penting. Gejala cenderung muncul ketika kanker sudah melalui fase menengah dan lanjutan. Gejala yang mungkin muncul pada fase menengah adalah sebagai berikut:
·   Benjolan di payudara (atau di ketiak) yang terasa keras, bentuknya tidak rapi, dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit ketika ditekan,
·   Perubahan bentuk, ukuran, dan rasa payudara dan putingnya. Misalnya anda memiliki bagian kulit yang bentuknya seperti kulit buah jeruk atau kemerahan, berlesung, atau mengerut, dan
·   Puting mengeluarkan cairan. Cairan tersebut bisa jadi berupa darah, cairan bening, berwarna kuning, hijau atau seperti nanah.
Rasa sakit biasanya muncul ketika kanker sudah dalam tahap lanjutan. Gejala dari kanker tahap lanjutan adalah sebagai berikut:
·       Nyeri tulang,
·       Nyeri di payudara atau payudara terasa tidak nyaman,
·       Bisul atau borok,
·       Pembengkakan di ketiak (yang posisinya di samping payudara dengan kanker), dan
·       Berat badan turun.

Tes dan diagnosis
Sebelum menentukan apakah anda terkena kanker payudara dan menentukan pengobatannya, penderita kanker payudara akan menjalani beberapa tes untuk mendiagnosis kanker. Anda akan ditanyai mengenai gejala dan faktor resiko yang anda miliki. Tes dilakukan di kedua payudara, ketiak, leher, dan dada. Tes-tes tersebut adalah sebagai berikut:
·    Tes fisik. Dokter anda akan merasakan kedua payudara, merasakan apakah adanya bejolan atau ketidakwajaran lainnya,
·    Mammogram. Mammogram adalah x-ray khusus payudara. Mammogram umumnya digunakan untuk mendeteksi kanker payudara. Ada dua fase mammogram, yaitu screening dan diagnostic. Mammogram diagnostic tidak dilakukan kecuali ditemukan ketidakwajaran pada saat screening,
·    USG dan MRI. Ultrasonografi menggunakan gelombang suara untuk mencitrakan struktur terdalam tubuh. Metode ini sangat baik untuk mendeteksi apakah benjolan yang muncul adalah tumor yang padat atau kista yang berisi cairan. Sementara pada MRI, dengan tujuan yang sama, hanya medianya menggunakan gelombang magnetic dan radio, dan
·    Biopsy. Ada dua jenis biopsy, yaitu biopsy jarum dan lumpectomy. Biopsy adalah pengambilan sampel jaringan atau cairan tempat terjadinya masalah untuk diteliti di luar tubuh. Biopsy jarum adalah aspirasi meneliti cairan dan jaringan terkecil benjolan. Sementara lumpectomy adalah operasi kecil untuk mengambil seluruh benjolan untuk diteliti.

Kanker Payudara | Sumber gambar : shutterstock

Ketika sudah terdiagnosa mengalami kanker payudara. Dokter akan melakukan staging untuk menentukan seberapa jauh kanker sudah menyebar dan mendapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai kanker anda. Prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut:
·       Tes darah,
·       Mammogram payudara lainnya,
·       MRI,
·       Scan tulang,
·       Scan Tomografi komputer (CT), dan
·       Scan Tomografi emisi positron (PET).

Fase kanker payudara adalah dari 0 hingga IV. Dengan 0 sebagai tanda bahwa kanker adalah karsinoma in situ, dan IV adalah fase metastasis dari kanker.

Faktor resiko
Satu dari delapan wanita akan didiagnosis mengidap kanker payudara dalam titik tertentu di kehidupannya. Seorang manusia cenderung memiliki faktor resiko yang tidak dapat diubah berupa usia dan gender, orang tua pengidap kanker, gen, dan wanita yang masih mengalami menstruasi. Faktor resiko lainnya merupakan faktor yang bisa ditahan. Anda lebih mungkin mengidap kanker payudara jika mengkonsumsi alkohol, wanita yang tidak pernah melahirkan, terapi hormone, obesitas, dan terkena paparan radiasi.

Pengobatan
Pengobatan kanker payudara bergantung pada tipe dan fase dari kanker, kehadiran reseptor  hormone pada sel kanker, dan adanya gen-gen tertentu. 

Pengobatan kanker payudara bisa menggunakan salah satu dari prosedur berikut, atau gabungan dari beberapa prosedur. Prosedur tersebut adalah sebagai berikut:
·       Kemoterapi obat-obatan pembunuh sel kanker,
·       Terapi radiasi untuk menghancurkan jaringan kanker,
·       Operasi untuk membuang jaringan kanker, dalam kasus ini lumpektomi atau mastektomi (mengangkat payudara),
·       Terapi hormonal untuk kanker dengan reseptor estrogen yang kuat untuk menghindari kontak estrogen dengan sel kanker. Bisa dilakukan dengan tamoxifen untuk memblok efek estrogen, atau inhibitor seperti aromatase, dan
·       Ada pula beberapa metode eksperimental.
Pengobatan tersebut tidaklah bebas resiko. Selalu ada efek samping dan komplikasi dari setiap pengobatan kanker. Misalnya radiasi akan menyebabkan pembengkakan payudara (lymphoedema) karena oedema limfatik, dan rasa nyeri di sekitar payudara. Hal itu terjadi karena jaringan di sekitar payudara yang terkena efek radiasi pun ikut rusak, meski sel-selnya sehat.
Lymphedema terjadi mulai 6-8 minggu setelah operasi atau radiasi. Bahkan gejala itu bisa muncul dengan sangat lambat, 18-24 bulan. Selalu tanyakan kepada dokter anda apa saja kemungkinan komplikasi yang akan muncul dan berapa lama anda harus menderitanya.

Akan tetapi di jaman yang serba modern dan teknologi yang sudah canggih, telah ditemukan metode pengobatan yang menggunakan teknologi yang sangat canggih yaitu: 
Pengobatan Kanker Payudara dengan Menggunakan Metode Terapi Ozon
dan
Terapi Laser Weber.

Anda tidak perlu khawatir bila harus keluar negeri untuk mendapatkan pengobatan dengan Terapi Ozon dan Terapi Laser Weber, di Indonesia tepatnya di Bekasi ada Klinik yang sudah mengaplikasikan metode tersebut. Bisa klik Klinik dr. Lenny Tan

Baca juga artikel kesehatan yang lain tentang Kanker Usus Besar (Kolon), Gejala, Penyebab, dan Pencegahan.

Demikian informasi tentang Gejala Tumor Payudara, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya. Semoga bermanfaat untuk anda.

Pos populer dari blog ini

20 Tips Mengetahui Tanda-Tanda Kehamilan

DokterGaul.Net - Tips Mengetahui Tanda-Tanda Kehamilan - Kehamilan merupakan sebuah waktu di mana seorang wanita membawa embrio di dalam rahimnya. Bagi para pasangan suami istri yang telah menikah,kehamilan merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu dan dinanti-nantikan, meskipun sebagian orang ada pula yang menunda kehamilan tersebut. Karena banyak di antara anda dan termasuk anda yang sudah menanti-nantikan kehamilan itu datang, akhirnya ada mencari tahu informasi tentang ciri-ciri awal kehamilan. Untuk menjawab rasa penasaran anda tersebut, DokterGaul.Net akan berbagipengetahuan dan tips mengetahui tanda-tanda atau ciri-ciri wanita hamil. Sekitar 20 tips yang akan kami bagikan untuk anda , dan berikut ini tanda-tandanya :



1. Terlambat Datang Bulan / Haid Salah satu tanda kehamilan yang paling jelas terjadi merupakan terlambatnya datang bulan. Namun tidak semua keterlambatan tersebut diartikan sebagai kehamilan. Anda bisa saja telat haid karena stres, diet atau gangguan hormonal. Sel…

Gejala Penyakit Diabetes, Penyebab, Cara Pencegahan

DokterGaul.Net - Gejala Penyakit Diabetes, Penyebab, Cara Pencegahan - Mengenal penyakit diabetes dengan mengetahui terlebih dahulu definisi atau pengertian diabetes, gejala atau tanda-tanda diabetes, penyebab diabetes, dan cara mencegah diabetes.
Diabetes atau dapat disebut dengan kencing manis atau penyakit gula darah. Salah satu jenis penyakit kronis yang mempunyai tanda awal berupa meningkatnya kadar gula di dalam darah akibat adanya gangguan sistem metabolisme di dalam tubuh. Diabetes ini tidak dapat disembuhkan namun kadar gula darah dapat dikontrol.
Diabetes terjadi karena kurangnya insulin, insulin merupakan zat yang dihasilkan pankreas untuk mengolah zat gula darah (glukosa) sehingga dapat menjadi energi. Namun makanan yang konsumsi tidak akan menolong, sebab gula di dalam darah tetap tidak dapat diproses menjadi tenaga secara normal, bahkan kadarnya akan terus meningkat. Peristiwa tersebut disebut dengan Hiperglikemia, yaitu penumpukan glukosa yang terjadi di dalam darah.
Menge…

Gejala dan Penyebab Kekentalan Darah dan Cara Mengatasinya